Makassar,
10 Februari 2026, Kolaborasi antara kalangan kampus,
organisasi keagamaan, dan praktisi ekonomi syariah mengemuka dalam Dialog Refleksi Menyambut Ramadan 1447 H yang
digelar di BSI
UMKM Center, Selasa (10/2). Forum ini menjadi ruang temu
gagasan untuk memperkuat peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis
syariah dalam menopang ekonomi umat.
Tema yang diangkat, “Akselerasi
Pengembangan Ekonomi Umat Berbasis UMKM Syariah yang Transformatif,”
mencerminkan kegelisahan bersama atas perlunya strategi baru dalam menghadapi
tantangan ekonomi yang kian dinamis. UMKM syariah dinilai memiliki potensi
besar, namun masih membutuhkan dukungan dari sisi literasi keuangan, akses
pembiayaan, serta integrasi dalam ekosistem halal.
Empat narasumber
hadir menyampaikan pandangan, yakni Prof. Dr. HM Asdar, S.E., M.Si., CIWM,
Dwi Agno
Ganesta Chaniago, Prof. Dr. Amiruddin K., M.EI selaku
Dekan FEBI UIN Alauddin Makassar, serta Prof. Dr. Munir K., M.Ag. Diskusi
dipandu oleh Dr. Maris, S.H., M.H. dan Dr. Hj. Adiashyahri Limpo, M.H.,
yang mengarahkan dialog pada keterkaitan antara kebijakan publik, penguatan
lembaga keuangan syariah, serta pemberdayaan pelaku UMKM.
Kegiatan tersebut
melibatkan akademisi UIN Alauddin Makassar bersama PD PERTI Sulawesi Selatan
serta mitra dari sektor keuangan syariah. Dari unsur kampus, Jurusan Ekonomi
Islam turut mengambil bagian dalam penguatan gagasan sekaligus arah diskusi.
Terselenggaranya kegiatan ini juga tidak lepas dari kontribusi Ketua Jurusan
Ekonomi Islam UIN Alauddin Makassar, Sirajuddin, S.EI., M.E,
yang ikut memprakarsai dan mendorong terlaksananya forum dialog tersebut.
Dalam forum
tersebut, para pembicara menekankan bahwa UMKM syariah perlu bertransformasi
agar mampu naik kelas. Langkah yang disoroti meliputi digitalisasi usaha,
peningkatan kapasitas manajerial, serta perluasan akses pembiayaan berbasis
prinsip syariah. Transformasi ini dipandang penting agar UMKM tidak hanya
bertahan, tetapi juga menjadi motor pertumbuhan ekonomi umat.
Dialog ini
diselenggarakan sebagai bagian dari refleksi menjelang Ramadan, yang dimaknai
bukan hanya sebagai bulan ibadah personal, melainkan juga momentum memperkuat
tanggung jawab sosial dan ekonomi. Melalui forum ini, para peserta berharap
lahir rekomendasi strategis yang dapat diterapkan dalam pengembangan UMKM
syariah secara berkelanjutan.
Dari ruang dialog
itulah, semangat kolaborasi untuk mempercepat pertumbuhan UMKM syariah kembali
ditegaskan—sebagai fondasi menuju kemandirian ekonomi umat yang lebih kokoh.

